Loading...
Loading...
Fokus publik kami adalah pendekatan rehabilitasi yang bertahap, tata kelola ESG, dan kolaborasi pemangku kepentingan agar pemulihan berjalan disiplin dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tujuan
Rehabilitasi lahan dan penguatan tata kelola ESG
Cakupan
Perencanaan bertahap dari baseline hingga monitoring
Output
Rencana rehabilitasi, program demonstrasi, dan pembelajaran lapangan
Pendekatan
Data-informed, partisipatif, dan adaptif
Status
Pemetaan pemangku kepentingan dan fasilitasi proses Mine-to-Forest
Catatan: detail teknis dan data sensitif dikelola sesuai prinsip kehati-hatian.
Peta Wilayah
Gambaran tumpang tindih perizinan tambang (IUP), kehutanan (PBPH), dan kawasan industri (KEK) yang membentuk lanskap kerja dan konteks ESG proyek ini.


Geser untuk melihat selengkapnya
Analisis data citra satelit & perizinan 2022–2023 · Wilayah Selatan, Kalimantan Barat
Buka di tab baru
Kalimantan Barat
Area rehabilitasi pertambangan silika
Konteks & Tantangan
Lanskap pertambangan membawa tantangan biofisik dan sosial secara bersamaan. Tantangan tipikal meliputi stabilitas tanah dan air, pemulihan vegetasi, perlindungan area bernilai ekologis, serta kebutuhan pelibatan komunitas secara bermakna.
Ada pula kebutuhan kepatuhan yang menuntut dokumentasi dan tata kelola yang rapi. Keberhasilan rehabilitasi ditentukan oleh urutan kerja yang benar, konsistensi pelaksanaan, dan koordinasi pemangku kepentingan.
Peran Reka
Reka berkontribusi pada desain pendekatan rehabilitasi yang operasional: baseline kondisi lahan (biofisik) dan pemangku kepentingan (sosial), perancangan tahapan intervensi, serta opsi pemanfaatan soil enhancer untuk mendukung pemulihan fungsi tanah.
Kami juga membantu kerangka kerja pencatatan dan pemantauan indikator yang aman untuk publik, agar pembelajaran dapat dibawa ke tahap berikutnya. Fokus kami adalah menyederhanakan SOP, memperjelas peran, dan menjaga disiplin pelaksanaan di lapangan.
Enam komitmen yang mengikat setiap keputusan di lapangan.
Kepatuhan sebagai prasyarat, bukan pelengkap
Partisipasi bermakna dan komunikasi yang jelas
Pencegahan dampak sebelum remediasi
Prioritas keselamatan kerja dan lingkungan
Transparansi proses dan pembelajaran
Perbaikan berkelanjutan berbasis temuan lapangan
Januari 2026
Baseline ringkas selesai
2026 – 2029
Rencana rehabilitasi tahap 1
Agustus 2026
Demplot pemulihan tanah/vegetasi
Agustus 2029
Evaluasi & penyesuaian tahap berikutnya
Kolaborasi yang baik dimulai dari ruang lingkup yang jelas, data yang cukup, dan ekspektasi yang realistis.
Monitoring lapangan & pengembangan metodologi
Pembibitan, penanaman, dan reklamasi lahan
Pelibatan dan pemberdayaan komunitas setempat
Teknologi pemantauan dan sensor lingkungan